Safura


Mbak Sutik

Dear art teladan yang tiap lebaran ga mau pulkam, 

Mbak Sutiiik, Mbaaak…kau ada dimana sekarang, Mbaaakkkk??  Pegel linu ini merindukanmu 😭 Sini Mbaakkk…balio Mbaaakkk 🌪

Kenapa kau harus menikah dengan Pak Mad yang mengekang karir cemerlangmu saat sedang berada di puncak kegemilangannya? 

Aku kehilangan sosokmu yang selalu setia menyambutku dengan teh manis panas yang kau sajikan dengan gula nira yang kau sadap sendiri dari kebun Oma di Andalusia dengan tingkat kemanisan yang presisi, sehingga kadar gula darahku selalu stabil dan membuat dokter keluarga kita yang merawatku semenjak aku masih di alam ruh, tersenyum haru padaku.

Kini, setiap pulang dari olahraga singkatku jalan kaki dari Tanggul melalui pantai Bande Alit kemudian berenang bolak-balik ke pulau Bawean mengarungi ombak pantai Selatan, Timur, dan Utara, untuk kemudian kembali lagi ke Jember Kidul, aku terpukul saat menyadari dirimu sudah tak ada lagi di rumah. Aku tersentak, menjadi labil, dan emosionil. Aku tak lagi bergairah saat diundang mengikuti bakti sosial di Mogadishu sana. Padahal kedermawananku cukup tersohor semenjak aku dikenal aktif mendonasikan kembalian di bawah lima puluh rupiah jika berbelanja jajanan kelas ningrat kami, biskuit malkis rasa abon di minimarket terdekat, terhitung sejak dua hari yang lalu.

Namun kumohon jangan kau salah faham. Aku ikut bahagia akhirnya kau bertemu jodohmu yang ternyata jaraknya benar2 hanya lima langkah dari rumah, membuat Leni Nurhayati bangga karena judul lagu ciptaannya menjadi kenyataan di dunia fana ini. Aku hanya menyesalkan karirmu terpaksa berakhir saat kami sekeluarga sedang sayang2nya. Please mbak, be a happy bride…always, supaya pengorbanan kami tak sia2 laksana reruntuhan tepung panir roti goreng yg mengotori dasar wajan sederhana milik Oma yang berhiaskan berlian mungil seberat 703,5 karat. #dahgituaja #PengenCurhat #MalahKebawa #FitropInfluence #SusaaahTernyataHahaha


Selasa Pagi

img_4336

Pencitraan

Dan mulai sejuk. Yeyey. Setelah hampir dua bulan cuacanya bikin pengen “beli kabut Ciwidey” (pidi baiq).


Antasari Azhar

img_3934

 

Pak…bongkar rahasianya Pak. Usia Bapak sudah 64 tahun tapi masya Allah kulitnya masih bagus T_T Mustahil Bapak memakai produk kecantikan dari dokter kulit ataupun yang dijual bebas di pasaran. Ataukah sesungguhnya Bapak rajin mengoleskan krim pelembab setiap malam? Sulit membayangkannya Pak. Masa Bapak rajin facial? Duh… Semoga kebenaran segera terungkap. Asli ih penasaran. *gadhul bashar


Federer

Federer yang menang 🙂

Dulu ga pernah nonton tenis dan hanya tahu Federer dari fotonya di halaman berita olahraga di koran. Atau di majalah, iklan jam tangan. Waktu itu mikirnya, orang ini katanya juara tenis…tapi potongannya kok bukan kayak petenis ya? Wkwkkk sotoy abis. Padahal nggak ngerti dan ga pernah (tertarik) nonton tennis juga. Cuman dari tampilannya di foto, kayaknya orangnya bukan tipe sports man gitu… Misalkan dibandingkan dengan (foto) Nadal. Hihi…taunya foto doang. Don’t judge sportsmen by their photograph.

Setelah itu ternyata punya suami hobi tenis, jadinya suka ikutan nonton juga kalau ada pertandingan tennis di TV. Barulah terkaget-kaget lihat Federer main. Amazing. Hebat banget ternyata!

Selain itu orangnya tenang banget pembawaannya, ga emosian. Di saat ketinggalan skor dia tampak tenang. Saat kemenangan di depan mata juga dia tetap kelihatan tenang. Kadang kan ada yang emosian kayak misuh-misuh atau banting raket saat under pressure, tapi si kangmas ini stabil emosinya. Mature banget dan berwibawa. Haha apa coba.

Malam ini Federer menang, setelah beberapa saat sempat vakum dari tennis karena injury. Lalu dalam pidato kemenangannya dia bilang, mengingat kondisi yang mereka alami beberapa bulan sebelum ini (Nadal juga sempat cedera), dia ga nyangka kalau dua-duanya bisa bertanding sampai ke babak final Grand Slam Australian Open. Dan seandainya malam ini kalah dari Nadal pun dia ikhlas. Sayang dalam tennis ga ada hasil imbang, seandainya ada “draw”, kata Federer, dia rela membagi kemenangannya dengan Nadal.

Aih. So sweet.

Federer juga tipe family man. Sewaktu dia menang di babak perempat final, dalam post-match wawancaranya ia bercerita kalau keempat anaknya yang juga ikut ke Australia senang berada di negeri Kanguru ini. Dia bilang setiap hari mereka sibuk kesana-kesini mengunjungi ini-itu. Setiap Federer mau tanding mereka bilang, “please don’t lose, Dad.” Soalnya mereka masih pengen tinggal lebih lama disini. Hahaha. Tapi kemudian sebelum dia tanding perempat final, anak perempuannya bilang, “Now it’s okay, Dad (to lose)”. Soalnya mereka ingin pergi ke New Zealand. Bahahaha

Istrinya Federer juga sederhana banget, bukan selebritis dan penampilannya juga ga macem-macem. Sama kayak pacarnya Nadal yang cantik, kalem dan simpel. Sampai saya bilang sama suami, aku setuju Nadal sama dia. Wkwkkk, macam saya tantenya aja.

Anyway, dengan kemenangannya malam ini berarti Federer (35) sudah 18 kali jadi juara Grand Slam. Yey…selamat, om.


AO 2017

Malam ini final. Sudah genting. Duh milih siapa ya xD

img_3490

The King…