Safura


Tahun Baru Cina

Hari ini masyarakat Tionghoa merayakan tahun baru mereka. Tahun baru 2563. Waw….udah tua banget ya peradabannya. Dengan Masehi beda 5 abad. Dengan Hijriyah beda 1 millenium. Dan orang-orang Tionghoa menyambut tahun baru mereka dengan sangat suka cita.

Kemarin, saat tahun baru Masehi 1 Januari kami sempat pergi ke tepi pantai Tsim Sha Tsui untuk menonton kembang api. Kami terkesan dengan kembang api saat perayaan Dirgahayu mereka pada bulan Oktober 2011 lalu. Baguuss banget. Dan lama. Sampe leher pegel-pegel kelamaan lihat langit.

Kami berpikir, wah dirgahayunya aja begini, pas tahun baru ntar pasti lebih rame nih!

Gak taunya kami kecele. Kembang apinya mengecewakan, jauh dari khayalan dua anak kampung ini. Cuma dar-der-dor bentar, terus udah. Capee deeeeh… Udah bela-belain gak tidur, kelayapan tengah malam, dan desek-desekan sama ribuan orang, gak taunya kembang apinya cuma bentaran doang. Hihihi….rasain deh.

Naah…ternyata saudara-saudara, warga Hong Kong memang tidak terlalu menganggap spesial tahun baru Masehi. Yang mereka gadang-gadang itu justru tahun baru Cina (hellooo….yaeyalah yaa…memangnya kamu sekarang ada dimana?) hihi…maklum kebiasaan masyarakat kita yang menypesialkan tahun baru Masehi. Hm, meskipun sebenernya waktu di Indonesia saya juga jarang sih..ikut-ikutan merayakan tahun baru.

Anyway, asyarakat Hong Kong menyambut tahun baru Cina dengan meriah sekali! Banyak even digelar oleh departemen pariwisata. Semarak lah pokoknya. Dari teater, well-wishing festival, lantern faestival, parade mobil hias, sampai pesta kembang api. Kabarnya untuk pesta kembang api, mereka akan menyulut kembang api di atas langit Victoria Harbour selama kurang lebih 20 menitan! Mmaak…….ini mah lama banget, dibanding tahun baru Masehi yang paling lama cuma 5 menit.

Kalau kita lihat di pasar, waw…..ruame banget! Waktu kami belanja kemarin siang, kayaknya orang Yuen Long pada keluar semua. Banyak yang beli bunga, buah-buahan, daging babi, daging sapi, bebek, ayam, ikan, macem-macem. Sampe sesak. Mau jalan aja ngantri.

Penjual pun pada panen. Ikan-ikanan mewah pada dipajang. Udang-udangan yang besarnya hampir seperti lobster digelar. Kami? Beli dong…….
ikan tongkolnya. Hehe…

Beberapa lapak juga mulai tutup. Toko Indonesia langganan saya yang letaknya di lorong sebuah plaza kecil juga tutup. Baru buka tanggal 27. Wih…sambutan yang gegap gempita ya.

Belum lagi jalan-jalan yang sudah dihias semenjak dua mingguan yang lalu. Jembatan-jembatan penyeberangan juga dipasangi spanduk-spanduk dan hiasan tahun baru. Mal-mal apalagi. Bahkan tetangga sebelah kami yang gak pernah keliatan pun, tadi sedang sibuk ngelapin pager-pager besinya supaya kinclong. (di HK kami memang gak kenal tetangga kanan-kiri. Orang-orang menutup pintunya rapat-rapat untuk orang selain keluarga mereka)

Boleh lah…semangat tahun barunya itu kita contoh. Mereka memang menghargai budaya mereka. Meskipun sudah terkena imbas westernisasi, tapi kayaknya mereka masih sangat menghormati leluhur mereka. Menghormati sejarah..
Kalau kita bandingkan dengan Indonesia, yang sebagian besar masyarakatnya umat Muslim, kok kayaknya tahun baru Hijriah sepi-sepi aja ya…



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.