Safura



Dim Sum Halal di HK (bag 1)

Ternyata bertebarannya tempat makan di sekitar kita tanpa perlu khawatir tentang halal tidaknya makanan tersebut adalah suatu nikmat yang sangat besar. Kami baru merasakannya di HK.

Di sini bisa dibilang cukup sulit mencari makanan halal. Rata-rata orang HK memang gemar daging binatang yang diharamkan oleh agama saya (kita sebut saja BB ya). Bukan hanya gemar, mungkin sudah ibarat makan tahu tempe kalo buat kita orang Jawa.

Di semua tempat makan hampir selalu ada kandungan daging BB nya. Mungkin hanya ada dua jenis restoran yang tidak mengandung daging BB, restoran halal, dan restoran vegetarian.

Di masa-masa awal kedatangan kami di negara ini, biar aman kami mencari franchise-franchise yang sudah terkenal di Indonesia, seperti KFC atau Mc D (goodbye boikot Israel…) Saya pernah membaca penjelasan dari seorang ustadz, kalau kita berada di negara agama-agama samawi seperti Nasrani atau Yahudi, kita diperbolehkan memakan daging sembelihan mereka (selama bukan daging hewan yang dilarang).

Tapi belakangan, setelah melihat banyaknya restoran yang memajang bebek dan ayam-ayamnya dalam posisi digantung, kami jadi ngeri mau makan ayam kalau tidak beli sendiri di tukang  jagal halal. Masalahnya, si bebek dan si ayam sepertinya bukan tewas karena disembelih. Kami melihat leher mereka tidak terpotong, melainkan terdapat bekas lubang di tengahnya. Entah dengan cara bagaimana mereka dibunuh.. (kok jadi kayak berita kriminal ya). Jadi sekarang kalaupun terpaksa membeli di McD atau KFC, kami hanya membeli kentang gorengnya saja. Atau nasinya saja (di KFC, semua menu nasi ada topping nya, nasi favorit kami yang toppingnya mushroom)

Dan…meski di Indonesia identik dengan ayam, McD atau KFC disini lebih bervariasi mengikuti selera lokal. Betul, mereka pun menaruh BB dalam daftar menunya. Bahkan di Pizza Hut pun, dari 10 menu yang tersedia hampir semua mengandung BB, kecuali satu: pizza yang isinya sayuran semua alias khusus vegetarian :) ))

Karena BB sudah merupakan makanan pokok, that’s why mereka kadang menyimpan keheranan pada orang muslim yang tidak makan BB. Pernah ada orang HK bertanya pada saya,

“Kamu orang Isilama (Islam maksudnya, kadang-kadang mereka kesulitan mengakhiri kata dengan konsonan) nggak makan BB ya? Terus makan apa?”
Raut mukanya bener-bener heran seolah-olah di dunia ini makanan memang cuma BB saja. Saat itu saya jawab kalau masih bisa makan daging lain; ayam, sapi, ikan. Dia tetap heran. Katanya daging babi enak.

Kata seorang sahabat saya, Nita, kalo gitu cari aja BB yang sudah disunat. Hehehehe…..

Oleh daripada karena sebab itulah, maka jika hari Minggu tiba, tempat favorit suami dan saya adalah Masjid Wanchai yang punya nama lengkap Osman Ramju Sadick Islamic Centre, Hong Kong.

Di lantai 5 masjid ini, terdapat kantin halal. Bentuknya China Cuisine, tapi dijamin free-BB, dan insya Allah semua menunya halal. Harganya pun pas di kantong. Apalagi kalau makannya rame-rame, lebih enteng lagi di kantong karena bisa patungan :)  Menu paling favorit para pengunjung adalah dim sum. Dan kayaknya untuk di Hong Kong, memang cuma disini bisa makan dim sum tanpa kawatir ada campuran BB nya.

Buat temen-temen yang berencana ke HK, mudah-mudahan bisa menyempatkan mampir ke kantin ini dan nyobain sendiri kelezatannya ya! ;)

PS:
Selain Kantin halal Masjid Wan Chai, cukup banyak juga kok toko atau warung Indonesia yang menyediakan makanan halal, asalkan kita berada di tempat yang tepat (banyak komunitas warga kita), seperti Causeway Bay, Tsuen Wan, atau Yuen Long. Salah satu warung yang terkenal adalah Warung Chandra–hampir di semua wilayah yang ada Indo-nya, warung ini eksis.

Di warung-warung Indo tersebut kita bisa menikmati soto, lodeh, tempe penyet, pecel, sampai urap-urap dan ikan asin disambelin pun ada. Lumayan sering saya beli nasi bungkusan di warung-warung ini, apalagi kalau malas masak atau sedang hemart. Murah meriah dan pas di lidah. Nasbung seharga 15 dolaran.
Bagaimana dengan kehalalannya? Mereka sih meng-klaim makanannya halal. Tapi semenjak lihat bebek dan ayam “gantung” tadi, saya gak yakin juga sama menu yang berbau-bau daging.

Kalau di daerah lain yang minim orang Indo, Tsim Sha Tsui misalnya (meskipun ada masjid juga disitu dan cukup ramai dikunjungi WNI), tempat makan halal yang banyak kita jumpai adalah restoran India atau Pakistan.

Sekian info halal dari saya. Semoga bermanfaat :) ))


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.