Jadi Anak Kampus Lagi
Ini hari pertama saya kuliah lagi. Uaaa…serasa 13 tahun gak pernah duduk di bangku begini. Duduk manis mendengarkan dosen menerangkan di depan. Mengisi presensi. Menyalin materi dari catatan teman. Fotokopi diktat. Oh,, it’s been a long long time..
Hm..ya. Saya memang sedang kuliah lagi. Bagi saya pribadi, bukan benar-benar kuliah mungkin ya lebih tepatnya. Kuliah identik dengan waktu paling enggak 2 tahun. Sedangkan saya, mengambil Akta 4 yang perkuliahannya hanya memakan waktu 3 bulan. Selain itu kuliahnya juga cuma 3 hari seminggu (weekend only) karena menoleransi kesibukan mahasiswanya yang rata-rata sudah bekerja. Otomatis, jadwal kuliahnya sangat singkat. Seperti kursus kilat. Oh, bukan. Anggap saja ini pertukaran pelajar atau summer class, biar agak-agak keren gitu kedengerannya. Heheh.
Ngomong-nomong, tau Akta 4 kan? Akta 4 itu pendidikan yang harus ditempuh untuk mereka yang pengen-atau sudah jadi guru, tapi background pendidikannya bukan dari FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan). Bisa dibilang, Akta 4 itu semacam SIM untuk mengajar. Biasanya Akta 4 diadakan selama 2 semester, atau paling tidak 1 semester. Nahh…karena saat ini sedang marak wacana adanya PPG (Pendidikan Profesi Guru) sebagai pengganti Akta 4 untuk mendapatkan sertifikasi guru, maka sebagian besar Perguruan Tinggi sudah tidak membuka lagi program Akta tersebut. Di Jakarta, beberapa PT yang saya tanya sudah menutup Akta 4-nya. UPI Bandung juga (padahal biar ada alasan kuliah di Bandung lagi…) malah mereka sudah bersiap2 buka PPG dalam waktu dekat. Setelah hampir putus asa, saya dapat info kalo dua universitas swasta yang mm…sepertinya kurang diperhitungkan di kota saya, masih membuka kesempatan itu. Asikk…saya jadi semangat lagi! Pilihannya pun menggiurkan. Yang satu menawarkan kuliah 3 bulan plus masa PPL, yang satu lagi menawarkan bisa dapat akta tanpa masuk kelas! Wow. Tapi saya dan suami tentu saja sepakat mengambil yang 3 bulan saja. Soalnya kok kayaknya agak gimanaa…gitu ya, gak kuliah tapi dapat ijasah. Padahal 3 bulan saja sudah sangat singkat untuk transfer ilmu pendidikan yang complicated itu. Apalagi gak kuliah. Bisa plonga-plongo nanti kalo ngelamar kerjaan.
Lalu, saat suami saya ada di Jember, saya ajak dia lewat di depan kampus saya. Komentarnya?
Dia bilang: Ooh..ini. Kampus kah? Kayak SD Darul Falah di belakang rumah.
Huaaa… abang. Gitu-gitu kampus ini menyelamatkan asa ku
tetap semangat yah
| Posted 2 years, 6 months agomba dimana itu kuliah nya, sya juga lagi nyari, tolong alamatnya
| Posted 2 years, 6 months agonama kampusnya uij, alamatnya di jl. kyai mojo. bisa kunjungi juga di http://www.uij.ac.id/
| Posted 2 years, 6 months agobu no telpon UIJ yang bisa dihubungi brp ya?
| Posted 2 years, 5 months agomau ikutan Akta IV ini sudah 4 bulan cari-cari Akta IV tdk dpt2.
apakah bulan desember 2009 masih blm ditutup pendaftaran Akta IV di UIJ.
sekian terimakasih sebelumnya. soalnya masuk situs UIJ tdk ada nomor telponnya
Silahkan di no 0331-488675. Fyi, bbrp waktu lalu teman saya juga mau ikut, tapi program baru diadakan lagi kalo ada pendaftar minimal sepuluh orang. Saran saya ajak teman2 yg berminat dan segera mendaftar, karena setau saya program ini akan segera diakhiri. gudlak!
| Posted 2 years, 5 months agomaaf ya sebelumnya mbak…mau tanya ni kampus yang nawarin akta4 tanpa kulyah diatas dimana..thanks
| Posted 7 months agowah…saya kurang tau kalo yang tanpa kuliah. ini saya pake kuliah..
ada diktat, ada kehadiran, ada dosen-mahasiswa, tugas-tugas, tes/ujian, dan penilaiannya juga.
| Posted 6 months, 4 weeks ago