Comments Off
wawo, sekilas ajah
Kembali ke Wawo. Wawo adalah sebuah kecamatan yang terletak di kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Alamnya eksotis. Pas pertama kali datang untuk bikin Bolang weekdays (November 2007), kondisinya gersang banget! Sumpah. Panasnya bok, gak tahan! Mana jarang ada warung makan, lagi. Kenapa ya? Apa karena alamnya yang gersang? Atau karena di sana jarang ada orang Padang? Gak tau juga sih.. Tapi justru gersangnya gersang keren gitu ey! Eeh…pas kemaren (Mei) dateng lagi, alamnya udah agak suburan dikit gitu. Di beberapa tempat, suburnya malah agak banyak. Hawanya juga gak sepanas dulu. Malahan cenderung dingin. Heran. Tau gitu bawa jaket. Ah! Sawah yang dulunya gersuang buanget, sekarang udah ada bekas-bekas panenan padi, ada juga tanah lapang yang ditumbuhin ilalang pendek. Warnanya oren kecokelatan. Indah! Apalagi saat sore. Uhuy! Saya paling suka pemandangan seperti itu.
Lalu, hal lain yang saya kagumi tentang Wawo adalah budaya nya yang kuat. Dan mentradisi. Jadi seni-budaya yang mereka miliki gak hanya berakhir di orang tetuanya saja. Mereka punya semangat untuk mengajarkannya pada anak-anak mereka meskipun mungkin tidak secara langsung; misalnya lewat festival budaya, atau pertunjukan saat ada hajatan besar (nikahan atau sunatan). Memang sih dangdutan tetap ada, tapi akar-budaya mereka sendiri juga gak ditinggal. Saya rasa, dari situlah anak-anak punya rasa memiliki terhadap budayanya sendiri. Lha wong mereka bisa lihai memainkan Tarian Tombak atau Adu Kepala yang hardcore itu, hasil dari merhatiin orang-orang dewasa yang memainkannya kok.. Ditambah lagi lingkungan sekolah juga mendukung berbagai kegiatan seni-budaya yang ada. Jadinya makin kondusif deh!