Safura


Perkara yang Pertama..

Malam ke-27 ramadhan 2009

Senangnya mendengarkan masjid-masjid yg menyenandungkan ‘lirik-lirik’ cinta paling puitis sedunia.

Hanya saja, ada pertanyaan yg mengganjal di hati saya..

Haruskah momen ramadhan dijadikan momen ‘harus’ khatam quran minimal satu kali?
…read more…


RINDU

7.07

“Walah ayune, rek. Mau kemana to, Dik, pagi-pagi begini kok sudah rapi?” Mbak Sri, penjual sayur dari Pasuruan menyapaku dengan nada berayun-ayun saat menjajakan dagangannya di halaman rumah.

“Ndak kemana-mana,” jawabkku singkat sambil tersenyum.

“Mau ketemu doi-nya ya? Hihihihi…,” mbak Sri terkikik senang seperti menemukan mainan yang lucu dan menggemaskan.

“Eh, masih kecil kok sudah doi-doian. Iki piro, Mbak?” Ibu memotong kegembiraan Mbak Sri dengan nada tak suka. Mbak Sri memang dikenal genit oleh para tetangga. Pantas Ibu tampak tak berkenan dengan komentarnya barusan. Takut anaknya ikutan genit, kali.

“Jangan lupa pesenanku buat besok lho, ya. Bawakan kerang ijo,” Ibu mengingatkan saat transaksi sudah selesai. Tumben cepat…
…read more…


kaiTi

30 nov 08

Waww…font nya lucu!

Namanya juga lucu. KaiTi katanya.

Btw, ini adalah bentuk usahaku untuk memulai menulis. Akhir-akhir ini aku mulai jarang menulis lagi. Maksudku yang benar-benar menulis dari hati dan kepala. hmm…nulis sih. Nulis ding. Tapi autis. Artinya, aku hanya—pinjam istilah salman aristo—merayakan diriku sendiri. Jarang menulis tentang lingkungan sekitar. Hanya bercerita tentang diriku saja. Yang lain gak penting. Yang lain nomer dua. Sayah yang utama. Huh, egois sekali.
…read more…


Madurrrrra [1]

18 Desember 2008

Akhirnya saya sampai juga di Madura! Alhamdulillah… udah brapa lama ya gak kesini? Kalo gak salah trakhir sekitar tahun 2002an gitu. Enam tahun! Hampir tujuh..

Madura yang saya ingat adalah Jungcangcang, (dulu) sebuah desa kecil di pelosok Pamekasan. Tempat para leluhur saya berasal. Desa yang penduduknya masih tinggal di rumah gedhek (bambu), dan lantainya beralaskan tanah. Tempat mbah Nami, mbah Nama, De Hai, Lek Jai, dan handai tolan lain yang nama-namanya hanya saya ingat saat berkunjung kesana saja, berada.

Kunjungan singkat sesaat, hanya 3 hari paling lama. Hanya disitu-situ saja. Menyenangkan bertemu dengan orang-orangnya, tapi saya tidak terlalu suka iklimnya yang panas dan banyak nyamuk! Jadi intinya, beberapa kali kunjungan ke Madura belum pernah meninggalkan kesan yang kuat bagi saya. Ah, sayang ya.

Tapi kali ini beda.
…read more…


Simbol! Hati-hati!

Saya sedang tertarik pada simbol!
…read more…