Safura



Alhamdulillah, Berpisah Lagi…

Alhamdulillah, kami berpisah lagi untuk 3 bulan ke depan.

…read more…


Nonton Bioskop

…. Aduh emak enaknye nonton dua duaan
Kaye nyonye dan tuan di gedongan
Mau beli minuman kantong kosong glondangan
Malu ame tunangan kebingungan ….
(“Nonton Bioskop” Benyamin S.)

Selama suami cuti di Jakarta, waw, sepertinya banyak kali kami habiskan waktu buat nonton di XXI. Sebabnya, selain karena kami berdua hobi nonton film,  adalah CBD Ciledug, mall-nya warga Ciledug yang letaknya dekat dengan rumah suami, udah punya XXI. Jadilah kami menjadi salah dua penonton teladannya. Selain CBD, XXI-nya Blok M, Pdk Indah, Karawaci, dan BIP juga pernah jadi korban kerakusan kami nonton bioskop. Maklum…kami sama-sama tinggal di desa yang gak punya XXI (suami kerja di Tembagapura dan saya stay di Jember), jadinya dipuas-puasin deh nonton di bioskop ibukota :D  

Film yang kami tonton pun macem-macem. Dari yang sengaja nonton karena suka, nonton karena coba-coba, sampe nonton karena cuma mau nyela-nyela isi filmnya yang kami tebak dari traillernya kayaknya enggak banget.

Lalu, tibalah saat kami pulang ke Jember. Nahh….di Jember tidak ada Cineplex XXI, atau adeknya, Cineplex 21, apalagi Blitz Megaplex. Di Jember cuma ada satu bioskop yang bertahan dari gerusan jaman. Satu bioskop tua yang dulunya sering muter film-film mesum. Sekarang bioskop itu sudah direnovasi dan ditambah awalan kata “NEW” di depannya. Hai..hai…siapa dia..? Yak, betul, yang orang Jember pasti tahu. Bioskop itu bernama NEW Kusuma (yang sering salah disebut Karisma oleh suami saya :D ). Terletak di jalan…ng..Kartini kah jalan itu namanya? Meski masih tua, tapi film yang diputer lumayan mengalami kemajuan. Tidak spesialis film mesum, tapi ada juga film box office nya, meski selisih waktu-putarnya dengan Jakarta sekitar 5 bulan berikutnya (hampir setengah tahun dong…??). Bioskop ini juga udah ada AC nya. Dan yang pasti, hemat pangkal irit. Hanya 7.500 rupiah saja, Anda sudah bisa nonton bioskop. Tambah 2.500 lagi sudah tidak akan kehausan karena air mineral botol yang dijual di dalam bioskop, sama harganya dengan di luaran. Beda toh, sama makanan dan minuman yang dijual XXI, huu…harganya gak manusiawi. Oia, tapi jangan salah! Meski bangunannya tua, bioskop ini juga punya 7 studio lho!! …. …  Hehe, ketauan banget ya boongnya. Cuma ada 2 studio di NEW Kusuma. Saya pernah nonton sekali di bioskop ini bareng sepupu dan ponakan saya. Judul filmnya “Garuda di Dadaku.” Dan saya berniat mengajak suami saya juga kesana.

**

Sore itu hari Kamis. Tanggal 12 Nov’09. Habis hujan, dan kami tiba-tiba pengen nonton di NEW Kusuma. Kami masuk pelataran parkirnya. Hanya ada beberapa motor yang diparkir disana. Mobil…hm..kayaknya cuma 1 deh. Dan suami saya mulai tersenyum geli.

“Bener nih ini bioskop?”

Aduh, saya jadi tersipu malu.

Kemudian kami menuju tempat poster film yang main hari itu dipajang. Ada dua, tentu saja. Yang satu Get Married 2, yang satu lagi Pocong Jalan Blora. Kami pilih Get Married 2. Jam mainnya sama semua, 15.00, 17.00, 19.00, dan 21.00. Tertib sekali kan jam-nya :)

Karena saat itu sudah 15 menit berlalu dari pukul 15, kami buru-buru masuk menuju loket dan bermaksud memesan 2 tiket.

“Mau nonton, Mas?”

Kami langsung disapa oleh bapak-bapak yang saya kira pastilah jajaran pengurus bioskop NEW Kusuma, karena ia berada di sekitar loket. Gak di dalamnya sih, dia beredar di luar tapi tetep di sekitar loket. Eh, penting ya ngebahas ini? Okhe lanjut.

“Iya, Pak,” jawab kami barengan. Seperti sinetron saja.

“Mau nonton apa?”

“Get Married 2, Pak,” lagi-lagi jawabnya hampir bersamaan. Kayak dialog drama waktu SD dulu.

“Pocong aja. Soalnya Get Married gak main,” kata si bapak persuasif.

“Loh, kok bisa??”, kami bingung. Kok gak main sih? Bukannya ada poster dan spanduknya di depan?

“Mainnya se  main, tapi sekarang belum diputer soale ndak ada penontone. Yang sekarang lagi main ya Pocong itu aja.”

“Oooh..” my God. Dalam hati saya tertawa, tertawa geli sekaligus sumbang mungkin, kalo bisa kedengeran. Merasa lucu sekaligus agak-agak malu-malu gimana gitu sama suami saya. Aduww…kasian sekali bioskopnya gak ada yang nonton. 

“Kalo mau, nanti aja jam 5 datang lagi. Tapi itu juga belum karuan diputer se. Kalo mau pasti, jam 7 aja. Itu mesti sudah! Mesti ada yang nonton.”

Oh begitu… Si Bapak juga bilang, minimal ada 8 penonton, baru deh filmnya bisa diputer.

Oke Pak, terimakasih sarannya.

Kami pun beranjak keluar gedung. Dan sekitar 10 langkah di luar menuju parkiran, lepaslah tawa kami yang sempat tertahan di dalam tadi. Kikikikikikk…. Tak berani juga kami tertawa keras-keras karena masih di area bioskop. Bahaya kalau petugasnya sampai tersinggung.

Ah, ada-ada saja. Baru kali ini ditolak nonton bioskop.

Akhirnya, daripada pulang dengan hampa, kami pun berfoto ria. Saya terutama yang bernafsu pengen mengabadikan momen di bangunan legendaris ini. Tadinya pengen foto berdua dengan suami. Tapi siapa yang moto-in ya? Masa mau minta tulung bapak-bapak yang tadi? Terpaksa kami saling memotret satu sama lain.

Ini diaa….

Bioskop legendaris itu.

NEW Kusuma, 12-11-09

NOW SHOWING..abDSCN9403

Gagal Nonton

abDSCN9409

Malemnya kami balik lagi. Hehe…niat banget ya. Kami nonton studio 2 jam 7 malam. Eh, ternyata bener loh, penontonnya banyak. Waktu kami masuk, kursi penonton sudah terisi sekitar 75 %. Untungnya kami dapat tempat di tengah, dipandu oleh kakak penjaga pintu studio yang membawa senter. Kalo gak salah Row D, sama seperti di tiket. Hihi, tumben. Padahal waktu pertama nonton dulu, petugasnya membebaskan mau duduk di mana aja suka-suka.

Waktu duduk, kursinya agak berguncang. Ya tentu saja beda sama di XXI yang lebih steady. Saya perhatikan suami saya, meskipun dia asik-asik aja, agak kurang nyaman di tempat duduknya. Panjang sandaran kepala kursi milik saya dan suami tidak sama. Panjangan punya saya. Hehe.. Tapi sebenarnya untuk harga yang kami bayar, fasilitas yang kami dapatkan sudah cukup lumayan. Hanya saja audio-nya mungkin kudu dibenahi supaya suaranya lebih keluar dan nyaman di telinga. Film udah mulai sekitar 5 menit yang lalu. Awalnya kami masih semangat, tapi lama-kelamaan filmnya bikin ngantuk. Entah di menit ke berapa saya pun tertidur.  Eh, ternyata kami berdua sama-sama ketiduran. Bangun-bangun pas Nirina sudah gendong-gendong bayi dan credit title mulai muncul. Pas betul. Pas bangun, pas pulang.

Overall, not bad lah XXI versi kota saya tercinta ini. Paling tidak bisa bikin kami pulas tertidur. Hehe..gak ding. Kalo kualitas audio dan AC dibenerin, plus muterin film yang bermutudan gak ketinggalan jauh-jauh amat dari ibukota, pasti NEW Kusuma bakalan lebih berKarisma :)


Jadi Anak Kampus Lagi

Ini hari pertama saya kuliah lagi.

…read more…


Perkara yang Pertama..

Malam ke-27 ramadhan 2009

Senangnya mendengarkan masjid-masjid yg menyenandungkan ‘lirik-lirik’ cinta paling puitis sedunia.

Hanya saja, ada pertanyaan yg mengganjal di hati saya..

Haruskah momen ramadhan dijadikan momen ‘harus’ khatam quran minimal satu kali?
…read more…